Penyebab Penyakit Kanker Usus Besar

Penyakit kanker usus besar adalah penyakit yang terjadi karena munculnya sel-sel yang tidak normal di dalam usus besar. Penyebab penyakit kanker usus besar sendiri hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Namun menurut beberapa penelitian, penyakit kanker usus besar ini bisa saja terjadi karena beberapa faktor pemicunya.

Beberapa penyebab penyakit kanker usus besar adalah dibawah ini :

  1. Mereka yang sudah berusia diatas 40 tahun biasanya lebih rentan dalam mengalami penyakit gangguan pencernaan, dan ini bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit kanker usus besar.
  2. Salah satu anggota keluarganya yang mengalami dan pernah mengidap penyakit kanker usus besar.
  3. Kolitis ulseratif
  4. Mengalami penyakiy poliposis atau dari salah satu anggota keluarganya yang menderita penyakit polip.

Gejala yang ditunjukkan akibat dari penyebab penyakit kanker usus besar ini biasanya tergantung dari perilaku biologis penderita, tergantung dari lokasi atau tempat, dan tergantung dari stadium tumornya, namun, umumnya gejala yang ditunjukkan biasanya menunjukkan sesuatu yang berbeda antara tumor yang terjadi pada sebelah kanan dan kiri kolon. Gejala yang biasanya dirasakan adalah pendarahan yang terjadi, rasa kenyang atau kram yang terjadi pada lambung, sulit buang air besar atau mengalami sembelit, diare yang berkepanjangan, dan feses yang disertai dengan lendir dan darah, terjadinya tekanan pada rectum dan rasa sakit pada bagian kiri perut bawah.

Penyakit kanker usus besar ini jika didiagnosa dan penyebaran penyakitnya sudah mencapain sekitar 80% maka kemunfkinan untuk sembuh sangat kecil. Karena penyebarannya bisa menyebar ke daerah hati, paru, dan otak yang akan menyebabkan sulitnya untuk sembuh.

Cara mengatasi masalah penyakit kanker usus besar ini sebenarnya cukup mudah, lakukan perubaha pola hidup dengan tidak mengonsumsi makanan junk food dan makanan yang banyak mengandung lemak. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan serat tinggi misalnya makanan yang berasal dari nabati, sayuran dan buah-buahan. Makanan ini merupakan makanan bagus untuk membantu proses pencernaan dalam tubuh Anda.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Usus Besar

Penyakit kanker usus besar ini sering pula disebut dengan kanker kolon dan rectum, karena ia memang menyerang organ usus besar (kolon) dab rectum. Penyakit kanker usus besar dikenal sebagai kanker peringkat kedua yang mematikan. Seperti kita ketahui bahwa saluran pencernaan dimulai dari mulut, lalu kerongkongan (esophagus), perut (lambung), usus halus (duodenum, yeyunum, ilenum), usus besar (kolon), rectum dan berakhir di dubur (anus). Karena itu usus besar terdiri dari kolon dan rectum Kolon atau usus besar adalah bagian usus sesudah usus halus, terdiri dari kolon sebelah kanan (kolon asenden) kolon tengah atas (kolon transvertum) dan kolon sebelah kiri (desenden). Setelah kolon, ditemui rectum yang merupakan saluran diatas dubur. Bagian kolon yang berhubungan dengan usus halus disebut caecum, sedangkan bagian kolon yang berhubungan dengan rectum disebut dengan kolon sigmoid.

Penyakit kanker usus besar juga sifat kanker lainnya memiliki sifat dapat tumbuh relative cepat. Ia dapat menyusup atau menjalar (infiltrasi) ke jaringan sekitarnya serta merusaknya. Ia juga dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tubuh, seperti ke liver dan paru-paru. Kemudian ia juga dapat menyabbkan kematian bila tidak ditangani dengan baik dan cepat. Sebagai saluran terahir pada proses pencernaan makanan, usus berpotensi terkena kanker lantaran makanan yang dikonsumsi. Hal ini perlu dicermati dengan seksama. Pada kanker usus besar, ada sejumlah faktor yang bisa dideteksi. Kanker usus besar ini bisa muncul disebabkan oleh berbahai penyebab, antara lain : 1) kontak zat-zat kimia tertentu, seperti logam berat, toksin, otoksin, serta gelombang elektromagnetik ; 2) pola makan yang buruk misalnya terlalu banyak makan daging dan lemak, yang tidak diimabngi oleh buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat ; 3) zat besi yang berlebihan pada pigemn empedu, daging sapi dan kambung serta transfuse darah; 4) adanya lemak jenuh dan asam lemak omega 6 (asam linol)  ; 5) sering mengonsumsi minuman beralkohol, terutama bir. Usus mengubah alkohol menjadin asetilal hida yang meningkatkan resiko menderita kanker kolon. Penyebab kanker usus besar lainnya, kakrena kegemukan, bekerja sambil duduk seharian, seperti para eksekutif, pegawai administrasi, programmer computer atau pengemudi kendaraan umum.

Untuk mendeteksi adanya  penyakit kanker usus besar ini ada beberapa gejala yang bisa dicermati. Diantaranya adalah cepat merasa lelah, sesak nafas sewaktu bekerja, kepala sering terasa pusing, terjadinya pendarahan pada rectum, rasa kenyang yang bersifat sementara, kram lambung, munculnya tekanan pada rectum, adanya darah pada tinja sebagaimana yang sering terjadi pada penderita, pendarahan lambung, polip usus, wasir, wajah tampak pucat, malnutrisi, badan lemah, kurus, adanya cairan dalam rongga perut, pembesaran hati  serta pelebaran saluran limfa.

Posted in Kanker Usus Besar | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kanker Usus Besar

Kanker usus besar merupkan kanker yang menyerang usus besar manusia banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kanker usus salah satunya adalah dari makanan, Kanker usus merupakan kanker yang berbahaya jika tidak cepat diobati maka kanker usus besar akan mengancam nyawa manusia. Berikut ini ada beberapa penyebab kanker usus besar yang harus diketahui sebagai upaya dalam pencegahan kanker usus besar :


1. Makanan (Diet)

Diet atau makanan menjadi salah satu faktor risiko penting dalam timbulnya kanker usus. Pengaturan terhadap makanan menjadi salah satu hal yang penting untuk mencegah timbulnya kanker ini.

Meskipun tidak ada makanan yang dapat mengakibatkan kanker, makanan yang kita makan dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus karena sisa makanan pada proses pencernaan akan melewati usus atau usus besar, tandas Susan Cohan Kasdas dari Colon Cancer Foundation.

Ketika melewati usus besar, sisa makanan akan bersinggungan dengan sel-sel usus besar sehingga senyawa-senyawa karsinogenik yang terdapat dalam sisa makanan dapat mempengaruhi sel-sel tersebut.

2. Makanan tinggi lemak

Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak seperti fast food dan gorengan adalah salah satu penyebab kanker usus. Selain gaya hidup, polip pada usus juga dianggap meningkatkan resiko penyakit kanker ini.

3. Bakteri dalam makanan

Menurut Physicians Committee for Responsible Medicine, bakteri juga memiliki peranan dalam timbulnya kanker usus. Bakteri dapat mengubah asam empedu, yang dikeluarkan oleh tubuh untuk membantu pencernaan lemak, menjadi suatu senyawa-senyawa yang dapat memicu kanker.

Senyawa-senyawa tersebut disebut sebagai asam empedu sekunder. Asam empedu secara normal dikeluarkan oleh tubuh untuk mencerna lemak. Semakin banyak lemak yang dikonsumsi, maka asam empedu yang dikeluarkan oleh tubuh akan semakin banyak pula.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika beberapa bahan makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging merah, serta daging dan makanan olahan lain yang berkadar lemak tinggi seperti keju, dapat meningkatkan risiko kanker usus.

4. Minuman alkohol

Konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus seperti halnya makanan yang kaya akan gula, menurut World Cancer Research Fund.

Penggantian protein atau lemak hewani dengan protein atau lemak nabati dapat mencegah asupan kalori sehingga dapat menurunkan risiko obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko dari kanker usus.

5. Faktor Keturunan

Faktor keturnan merupakan faktor utama penyebab kanker usus besar keluarga yang memiliki riwayat memiliki kanker usus besar beresiko mengidap kanker usus besar lebih besar dibandingkan dengan riwayat keluarga yang tidak memiliki kanker usus besar.

Posted in Kanker Usus Besar, Usus Besar | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kanker Usus Besar

Ca Colon atau kanker kolorektal adalah kanker yang menyerang usus besar (kolon) dan anus (rektum). Kanker kololrektal terjadi jika ada sel yang tumbuh secara tidak normal di susu atau rektal (anus) merupakan penyakit kanker penyebab kematian terbanyak no. 3 di negara maju dan no. 4 di Indonesia. Banyak terjadi pada usia diatas 50 tahun. Kebanyakan kasus disebabkan oleh polip yang tumbuh di usus atau anus.

Gambaran Stadium pada kanker usus besar

Pemicu dari kanker usus besar ini adalah pola makan yang kurnag sehat dan jarang berolaharga. Kanker usus besar ini biasanya tidak menunjukkan gejala sampai kanker menyebar. Gejala yang paling sering ditemui adalah :

1.Perubahan pada kebiasaan buang air besar, seperti buang air besar lebih sering atau perasaan buang air yang tidak tuntas.

2. Ambeien yang tidak kunjung sembuh (ada darah pada tinja atau tinja yang berwarna sangat gelap).

3. Nyeri pada daerah pinggang

4. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas (ini adalah tanda yang paling umum di semua jenis keganasan)

5. Hilangnya nafsu makan

6. Anemia, penderita terlihat pucat

7. Sering merasa lelah tanpa sebab yang jelas

8. Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker kolokrektal atau kanker usus besar, yakni :

1. Usia. Setiap orang yang berusia lebih dari 50 tahun. Resiko meningkat dengan bertambahnya usia
2. Faktor keturunan. Sejarah adanya kanker pada keluarga dekat.
3. Riwayat kanker. Pernah terdiagnosa kanker kolon atau kanker lainnya.
4. Pola gaya hidup. Kebiasaan merokok, kebiasaan banyak makan daging dan sedikit buah atau sayur serta jarang berolahraga.

Untuk mendignosa dapat dilakukan tes kolonskopi. Selama tes, dokter akan meindahkan polip atau mengambil jaringan yang tampak tidak normal. Dapat juga melakukan tes sigmoidoskopi. Operasi adalah cara yang paling banyak digunakan untuk terapi. Jika kanker sudah menybar maka perlu dilakukan kemoterapi dan radiasi.

Oleh karena itu, mulailah merubah pila gaya hidup kita untuk memperkecil resiko terkena kanker kolorektal atau kanker usus besar dengan cara :

1. Mulai hindari makanan junk food dan daging merah, perbanyak sayuran, buah serta ikan
2. Berhenti merokok dan minum alkohol
3. Perbanyak aktivitas fisik atau olahraga
4. Jika anda sering mengalami konstipasi, dapat dibantu dengan meminum suplemen yang mengandung ekstrak sayur buah, untuk fungsi pencernaan serta memperlancar buang air besar.

Posted in Kanker Usus Besar, Usus Besar | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Kanker Colon

Kanker usus besar atau kanker colon berada pada posisi keuda  sebagai penyebab kematian didunia barat. Dinegeri kitapun sejatinya kanker usus sudah jadi ancaman.

Faktor kurang sayur dan buah bisa menyebabkan kanker usus ini semakin kuat berkat adanya hasil penelitian dari Korea Selatan. Penelitian itu menemukan bahwa luteolin, senyawa flavonoid yang umum ditemukan dalam sayur dan buah mampu menngurangi aktivitis sel yang tak terkontrol dan perkembangan kanker. Luteolin yang banyak dalam sayur dan buah mampu menghalangi pengeluaran IGF II dari sel kanker usus. Luteolin juga mengurangi jumlah reseptor aktif yang ditunjukkan oleh IGF-I dependent phosphorylation.

Luteolin mengurangi IGF-I dependent activation dari sel yang memberi sinyal jalur PI3K, AKt, dan ERK1/2  dan CDC25c. Menghalangi jalur ini menghentikan pembelahan sel kanker dan menyebabkan kematian sel.

Luteolin menganggu pemberian sinyal sel dalam kanker usus besar. Ini adalah langkah maju untuk memahami  bagaimana kerja flavonoid. Pemahaman lebih baik dari hasil penelitian dalam tubuh manusia diperlukan untuk menentukan bagaimana hal tersebut bisa dikembangkan  menjadi zat pencegah kanker yang efektif. Suplementasi multivitamin dan mineral secara sinergi memberikan perlindungan terhadap kanker. Pemberian suplemenmultivitamin dan mineral secara teratur bisa mengurangi resiko terjadinya kanker usus besar.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Penyakit kanker usus besar tentunya menimbulkan banyak risiko dan dapat membawa komplikasi terhadap terganggunya sistem metbolisme dan pencernaan makanan. Usus besar saling berhubungan dengan organ pencernaan lainnya seperti lambung, hati/liver, usus halus, usus kecil.

Penyakit kanker usus besar jika sudah memasuki stadium akhir akan semakin sulit untuk disembuhkan. Oleh karena jika mengalami gejala yang tidak normal pada sistem pencernaan lakukan pencegahan dan pengobatan lebih dini untuk memperkecil risiko dari kanker usus besar.

Berikut ini ada beberapa tips sederhana untuk memperkecil risiko kanker usus dengan upaya pencegahan lebih dini, yakni :

1. Ada baiknya mengurangi konsumsi makanana yang banyak mengandung bahan pengawet, bahan kimia, pewarna makanan. Tak ada salahnya mengurangi makanan yang berselera pedas terlalu tinggi, makanan bersantan kental, banyak mengandung lemak, kalori, tinggi protein rendah serat.

2. Perbanyak konsumsi buah dan sayura segar yang banyak mengandung serat alami, nilai gizi seimbang, kalsium, asam folat, vitamin E, vitamin D serta kaya anti oksidan yang dapat melindungi serangkaian sistem pencernaan tetap aman.

3. Lakukan olahraga ringan minimal 2-3 kali dalam seminggu minimal 30 menit per session.

4. Jangan melakukan diet ketat yang dapat menurunkan daya imunitas tubuh.

5. Umumnya kanker usus besar ini banyak menyerang para orang tua yang berusia 40-50 tahun. Namun tak menutup kemungkinan kanker ini juga dapat menyerang remaja, dewasa muda bahkan anak-anak.

Posted in Kanker Usus Besar, Usus Besar | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Usus Besar

Kanker usus besar atau rektum atau yang sering disebut kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi pada jaringan kolon atau usus besar dan rektum. Kanker usus besar dan kanker rektum memiliki banyak kesamaan. Kebanyakan kasus kanker kolerektal berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun.

Sebagian besar kanker bermula sebagai polip usus. Polip adenoma ini kemudian dapat berkembang menjadi kanker. Mengangkat polip sedini mungkin dapat melindungi anda dari kemungkinan terkena kanker. Lebih dari 95 % kasus kanker usus besar dan rektum adalah adekarsinoma. Kanker ini dimulai pada sel-sel yang melapisi bagian dalam usus besar dan rektum.

Gambaran dari kanker usus besar mulai dari stadium 1-stadium 4

Kanker usus besar menempati kanker yang juga berbahaya setelah kanker payudara dan kanker paru-paru. Kanker usus ini juga dapat menyebabkan kematian. Setiap jenis kanker pada stadium awal tidak menunjukkan gejala-gejala yang dapat dikenali sama halnya seperti kanker usus.

Terjadinya kanker usus dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik dipengaruhi dari faktor lingkungan rumah, tempat bekerja dsb. Faktor lainnya dapat pula disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi mengandung banyak zat kimia, bahan pengawet makanan dll. Penyebab yang paling sering ditemui adalah ketidak teraturan dalam pola makan, telat makan hingga perut terasa begitu lapar, sehingga perut dan sistem pencernaan lainnya mengkerut atau kaget ketika makanan masuk dalam perut.

Penyakit kanker usus juga dapat disebabkan oleh penyakit yang di awali dari lambung seperti maag, kram perut, asam lambung. Berikut ini ada beberapa gejala kanker usus yang umum terjadi, diantaranya adalah :

1. Kesulitan buang air besar berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Ketika buang air besar keluar feses berwarna gelap, terkadang disertai adanya darah pada feses. Gejala demikian terjadi karena adanya gangguan sistem pencernaan.

2. Sakit perut yang terjadi terus-menerus yang disertai dengan sembelit ataupun diare. Gejala demikian wajib untuk diwaspadai, apabila gejala ini terasa sakit dan nyeri pada bagian perut kemudian merembet hingga ke bagian punggung. Gejala ini dapat dijadikan sebagai gejala yang cukup diwaspadai dari gejala kanker usus.

Posted in Kanker Usus Besar, Usus Besar | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Usus Besar

Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Esherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E.coli ini juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah.

Sisa makanan dalam usus besar masih banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.

Struktur Usus

Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus buntu (apendiks), bagian mendatar, bagian menurun dan berakhir pada anus. Perjalanan makanan sampai di usus besar makanan dapat mencapai 4-5 jam, kemudian usus besar menyimpan makanan sampai 24 jam.

Usus besar yang terletak di dalam rongga perut. Bagian awal usus besar berhubungan dengan usus kecil, sedangkan bagian akhir berhubungan dengan anus.

Usus besar memiliki fungsi dan peranan sebagai :

1. Penerus dari sisa pencernaan yang telah diolah sebelumnya dari usus kecil sebelum menuju anus.

2. Menyerap air dari sisa pencernaan dan mengubah sisa pencernaan dari bentuk cairan menjadi feses yang berbentuk padat dan lunak.

Namun, apabila fungsi usus besar terganggu akan timbul gejala tekstur feses menjadi lembek, cair atau kering atau keras.

Posted in Kanker Usus Besar, Usus Besar | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment